Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Setting Brightness Ubuntu secara Permanen

Anchors - Bagi anda pengguna pecinta Linux khususnya distro Ubuntu yang baru saja menginstal ulang Ubuntunya, pastinya akan menemui pengaturan standar yang ada pada Ubuntu instalan baru tersebut. Dalam tulisan ini kita akan membahas mengenai masalah Brightness pada pengaturan default Ubuntu.

Brightness merupakan tingkat kecerahan yang ada pada layar Laptop / Komputer kita, secara default pengaturan brightness Ubuntu akan terset nilai maksimal ketika Komputer atau Laptop kita baru saja direstart atau dinyalakan. Ketika kita ingin mengurangi level Brightness pada Laptop / Komputer kita, kita bisa mengatur nilai brightness tersebut secara manual namun hal ini merupakan pengaturan yang sifatnya temporary atau sifatnya sementara. Pada Laptop di restart maka konfigurasi tersebut akan hilang dan akan kembali ke keadaan semula.

Untuk mengatasi hal tersebut kita harus mengatur konfigurasi brightness melalui konfigurasi pada file rc.local yang ada pada folder etc. Berikut langkah-langkahnya:

1. Dalam hal ini saya menggunakan Ubuntu 14.04 Trusty Tahr, Bukalah terminal pada ubuntu kita dan masuk sebagai root (superuser). Secara umum komputer / laptop kita menggunakan prosesor AMD atau Intel. Untuk mengatur nilai brightness kita harus mengetahui nilai maksimal dari tingkat kecerahan pada komputer / laptop kita, untuk mengetahui nilai max-nya ketikan berikut di terminal :
Prosessor Intel : 
cat /sys/class/backlight/intel_backlight/max_brightness 
Prosessor AMD : 
cat /sys/class/backlight/acpi_video0/max_brightness
Pada komputer yang saya gunakan memiliki nilai maksimal 7812 jadi untuk mengatur agar kecerahannya berkurang maka kita harus mengatur nilai tersebut agar lebih kecil, langkahnya masuk ke file "rc.local" di komputer kita, disini saya menggunakan editor nano yang secara default sudah ada di ubuntu yang kita instal.


2.  Folder etc pada linux merupakan folder yang digunakan untuk menyimpan pengaturan user di Linux. Setelah terbuka tambahkan perintah di baris akhir di file ini :
echo A > /sys/class/backlight/intel_backlight/brightness
nilai "A" merupakan nilai dimana tingkat kecerahan layar laptop akan kita atur

disini saya mengatur nilai 800 pada komputer yang saya gunakan, nilai ini merupakan nilai tingkat kecerahan rendah pada skala 0-7812 pada level Brightness di komputer saya.

3. Setelah itu simpan konfigurasi file tadi dengan menekan "ctrl+x" dan pilih "save", untuk mencobanya apakah berhasil atau tidak silahkan reboot atau restart Ubuntu anda. Jika belum berhasil perhatikan ulang langkah diatas. Selamat Mencoba !
 

Perintah Dasar dalam Jaringan Komputer

Internet (Inter-networking) merupakan kumpulan jaringan komputer yang saling terhubung satu sama lain. Untuk membangun suatu jaringan kecil dibutuhkan beberapa pengetahuan seperti jenis topologi, perangkat jaringan, dan subnetting(pembagian network). Dalam postingan ini saya akan menampilkan daftar perintah dasar pengaturan jaringan komputer khususnya untuk sistem operasi windows. Umumnya perintah-perintah ini dapat digunakan untuk membantu kita pada saat membangun jaringan dan membantu kita dalam menganalisa jaringan komputer apabila sedang terjadi masalah.


Untuk menjalankan beberapa perintah ini. Silakan buka cmd (Command Prompt) dengan cara klik start => search ketikan "cmd". Atau klik start =>a all programs => pilih Accessories => Command Prompt. Berikut daftar perintahnya ("Hilangkan tanda petik ") :

  1. “Arp –a”
    Perintah ini dapat digunakan untuk memberikan daftar IP dan alamat fisik pada jaringan lokal Anda.
  2. “ipconfig /all”
    Ini adalah tool jaringan utama. Digunakan tanpa parameter dan hanya memberikan informasi dasar tentang jaringan Anda. Didalamnya berisi semua parameter, informasi yang lebih rinci tentang IP, DNS, DHCP, dan pengaturan jaringan lainnya.
  3. “ipconfig /renew”
    Perintah ini memperbaharui IP server DHCP yang telah ditentukan untuk komputer Anda. Ini adalah perintah yang digunakan Windows ketika memberitahu Anda bahwa ia sedang mencoba untuk memecahkan masalah pada jaringan.
  4. “ipconfig /flushdns”
    Komputer Anda memiliki tabel dengan nama komputer dan alamat IP yang berhubungan. Perintah ini akan menghapus semua entri pada tabel tersebut. Ini sangat berguna jika Anda mengubah DNS server Anda.
  5. “ipconfig /displaydns”Perintah ini menampilkan isi tabel yang kita bicarakan sebelumnya.
  6. “netstat –nab”
    Dengan perintah dasar ini, Anda dapat mengetahui setiap port terbuka di komputer Anda dan port terbuka yang memiliki eksekutable. Pada Windows perintah ini membutuhkan hak akses Administrasi sehingga harus dijalankan sebagai administrator.
  7. ”netstat –r”
    Menampilkan tabel routing.
  8. “ping”
    Cara termudah untuk mengetahui jika ada salah satu komputer terhubung ke jaringan Anda. contoh penggunaan : ping 8.8.8.8 
  9. “tracert”
    Menginformasikan tentang rute ke host remote. Contoh penggunaan : tracert google.com
  10. “pathping”
    Sebuah versi tracert yang lebih baik yang memberikan Anda statika tentang paket hilang dan latency.
  11. “nslookup”
     Dengan tool ini Anda dapat memeriksa server DNS Anda. Contoh Penggunaan : nslookup google.com.

Bagaimana Memperbaiki Grub di Ubuntu?

Bagi anda pengguna sistem operasi Linux khususnya Ubuntu, tentunya pernah mengalami masalah Ubuntu anda yang tidak mau booting. Hal itu disebabkan hilangnya GRUB pada Ubuntu anda, GRUB merupakan file booting di sistem operasi linux jika di windows biasa disebut MBR. Hilang atau rusaknya GRUB biasanya disebabkan karena proses booting dan shutdown yang tidak sempurna, virus, terhapus sengaja, atau tertimpa MBR ketika anda memperbaiki Windows anda ( bagi pengguna Dual Boot system ) .  Kali ini saya akan berbagi solusi untuk mengatasi GRUB yang hilang karena tertimpa MBR Windows. Hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu adalah CD installer Ubuntu atau dari Flashdisk yang tentunya telah dibuat sebelumnya. Sesuaikan versinya dengan Ubuntu yang telah terinstal sebelumnya di Komputer anda. 

1.  Atur First Boot komputer melalui installer Ubuntu anda. Lalu pilih “Run Ubuntu on your Hardisk ”. Setelah berhasil masuk ke desktop utama Ubuntu, buka terminal untuk lebih cepatnya kita dapat menekan “Ctrl + Alt  + T ” secara bersamaan. 

2.   Ketikan “ sudo su ”, untuk masuk sebagai superuser di komputer anda, kemudian tekan enter

3.   Lalu cari di partisi manakah Ubuntu anda di install sebelumnya, dengan mengetik perintah “ fdisk –l ”, umumnya partisi yang telah terinstal sistem operasi linux sistemnya adalah linux. Dibawah ini, partisi yang telah terinstal ubuntu ada di partisi /dev/sda2
4.   Setelah itu mount partisi tersebut dengan mengetikan mount /dev/sda2 /mnt
5.   Kemudian install grub di partisi yang telah termount tadi dengan mengetikan grub-install –root-directory /mnt /dev/sda
6.  Jangan lupa, ketikan update-grub untuk mengupdate list grub anda agar terdapat dua pilihan sistem operasi  saat komputer pertama kali dinyalakan.
7.  Untuk mencobanya reboot komputer anda, dan atur First Bootnya pada pilihan  Hardisk.


     Sebenarnya kita juga bisa mengetik perintah di linux tanpa mengetikan sudo su terlebih dahulu, namun disetiap perintah itu kita harus menambahkan awalan sudo, misal sudo mount/dev/sda /mnt/ dan seterusnya. Namun secara prinsip tetap sama. Memakai sistem operasi Linux memang memberikan kesan yang lebih rumit dibandingkan dengan Windows karena kebanyakan perintahnya menggunakan console. Disamping itu memakai Linux juga memberikan kenyamanan tersendiri karena sistem operasi ini jarang terkena virus. Selamat Mencoba !